Lewat LENTERA, KPU Pangkep Kenalkan Hak Memilih kepada Siswa SLB Negeri 1 Pangkep
Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - Setiap warga negara memiliki hak untuk mengenal dan menggunakan hak pilihnya, termasuk mereka yang membutuhkan pendekatan khusus dalam memperoleh informasi kepemiluan. Semangat tersebut menjadi perhatian KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) saat melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih melalui program LENTERA (Lingkar Edukasi Pemilih Rentan dan Marginal) di SLB Negeri 1 Pangkep, Selasa (1/9/2026).
LENTERA merupakan program yang dikembangkan KPU Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, yang menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional KPU RI. Di tingkat kabupaten, program tersebut diimplementasikan KPU Pangkep dengan menyasar kelompok pemilih yang membutuhkan akses informasi kepemiluan secara lebih inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SLB Negeri 1 Pangkep diajak mengenal hak mereka sebagai warga negara sekaligus memahami dasar-dasar kepemiluan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif, mulai dari pengenalan peran penyelenggara pemilu hingga prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Agar informasi dapat diterima dengan baik oleh peserta, kegiatan turut didukung oleh penerjemah bahasa isyarat. Kehadiran penerjemah menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi selama penyampaian materi dan simulasi. Menariknya, penerjemah tersebut merupakan alumnus SLB Negeri 1 Pangkep.
Kehadiran alumnus tersebut menghadirkan cerita tersendiri dalam kegiatan. Pernah menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang sama, ia kini kembali untuk membantu adik-adik di almamaternya mengenal hak dan pengalaman sebagai pemilih.
Plt. Ketua KPU Pangkep, Saiful Mujib, turut memberikan penjelasan mengenai tata cara memberikan suara. Para siswa diperkenalkan dengan surat suara serta proses pemungutan suara melalui simulasi yang menggunakan bilik dan kotak suara.
Suasana belajar berlangsung interaktif ketika para siswa mendapat kesempatan mempraktikkan secara langsung proses memilih. Mereka mencoba memasuki bilik, menggunakan surat suara, dan memasukkannya ke dalam kotak suara layaknya pemilih di tempat pemungutan suara.
Bagi para siswa, simulasi tersebut tidak hanya menjadi cara untuk memahami tahapan pemberian suara, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pengalaman mereka ketika kelak menggunakan hak pilih.
Kepala UPT SLB Negeri 1 Pangkep, Nasriadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan tentang demokrasi dan kepemiluan perlu diberikan secara inklusif agar setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara.
Bagi KPU Pangkep, pendidikan pemilih tidak berhenti pada pengenalan teknis mencoblos. Pemahaman mengenai hak memilih perlu dibangun dengan cara yang dapat dijangkau oleh setiap warga, termasuk kelompok rentan dan marginal.
Melalui LENTERA, KPU Pangkep berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat, ramah, dan partisipatif. Sebab, menjadi pemilih bukan hanya tentang datang ke TPS dan memberikan suara, tetapi juga tentang memahami bahwa setiap suara memiliki arti dalam kehidupan demokrasi.