Sosialisasi

KPU Pangkep Uji Gagasan Kandidat dalam Debat Pilketos di SMAN 11 dan SMKN 2

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) ikut terlibat dalam pelaksanaan debat kandidat Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) di sejumlah sekolah di Kabupaten Pangkep. Dalam kegiatan tersebut, KPU Pangkep mengambil peran sebagai panelis untuk menguji visi, program, dan pemahaman para kandidat terhadap persoalan di lingkungan sekolah. Terbaru, keterlibatan tersebut terlihat dalam Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 11 Pangkep Periode 2026–2027 yang berlangsung pada Senin (28/9/2026). Dua pasangan calon mengikuti debat yang berlangsung di hadapan warga sekolah. Kegiatan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Kabupaten Pangkep. Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Kabupaten Pangkep Hasanuddin G. Kuna hadir sebagai salah satu panelis. Ia didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan H. Satria Hasan serta Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan SDM Muhammad Afif Ruslin. Turut hadir perwakilan Bawaslu Pangkep Andi Hikmawati, jajaran pimpinan sekolah, serta seluruh warga SMA Negeri 11 Pangkep. Debat diawali dengan pembacaan tata tertib dan perkenalan pasangan calon, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja. Setelah itu, kedua pasangan calon menjawab pertanyaan panelis dan saling menanggapi gagasan dalam sesi debat antarkandidat. Sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa menjadi bahan pembahasan. Mulai dari kerealistisan visi dan evaluasi program, penentuan prioritas ketika anggaran terbatas, keseimbangan kedisiplinan dan kreativitas siswa, hingga pengelolaan anggaran serta fasilitas sekolah. Pertanyaan juga menyentuh penguatan Gerakan Literasi Sekolah “Buku Berjalan” dan rencana memastikan keterlibatan siswa secara inklusif dalam kepengurusan OSIS setelah pemilihan. Melalui pertanyaan tersebut, KPU Pangkep tidak hanya hadir dalam kegiatan debat, tetapi turut mengarahkan kandidat untuk menjelaskan program secara lebih konkret dan mempertanggungjawabkan gagasan yang mereka tawarkan kepada calon pemilih. Sebelumnya, peran serupa juga dijalankan KPU Pangkep dalam Debat Kandidat Pilketos SMK Negeri 2 Pangkep pada Kamis (24/9/2026). Hasanuddin G. Kuna menjadi salah satu panelis dalam debat yang mempertemukan tiga pasangan calon. Debat di SMK Negeri 2 Pangkep berlangsung dalam lima sesi, mulai dari penyampaian visi, misi, dan program kerja, pertanyaan panelis, tanya jawab antarpasangan calon, sesi sanggah-menyanggah, hingga pidato penutup. Para kandidat diberi ruang untuk menguji gagasan satu sama lain dan menjelaskan program yang mereka tawarkan. Keterlibatan KPU Pangkep dalam kedua debat tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Pilketos Serentak yang akan digelar pada Rabu, 30 September 2026. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung serentak di SMA/SMK se-Kabupaten Pangkep bersama sekolah lainnya di Sulawesi Selatan.

Dari Edukasi Demokrasi hingga Debat Kandidat, KPU Dampingi Pilketos SMKN 3 Pangkep

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMK Negeri 3 Pangkep memasuki tahapan penting dengan keterlibatan langsung KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Rangkaian kegiatan berlangsung pada Rabu (23/9/2026), diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan debat kandidat. Pada apel pagi, Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Pangkep, Hasanuddin G. Kuna, bertindak sebagai inspektur apel. Ia didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan H. Satria Hasan, Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Muhammad Afif Ruslin, serta jajaran staf KPU Pangkep. Di hadapan para siswa, Hasanuddin memberikan pembekalan mengenai pentingnya memahami nilai-nilai demokrasi dan kepemiluan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari persiapan siswa sebagai pemilih dalam Pilketos yang akan digelar pada 30 September 2026. Menurut Hasanuddin, Pilketos tidak sekadar menjadi proses memilih Ketua OSIS, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung. Proses pemilihan di SMKN 3 Pangkep dirancang dengan melibatkan siswa dalam berbagai unsur kepanitiaan, mulai dari panitia pemilihan, panitia pengawas, hingga panitia kehormatan. Seluruh tahapan disusun secara terjadwal, termasuk masa kampanye dan debat kandidat, sebelum memasuki hari pemungutan suara. Prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL) menjadi bagian yang dikenalkan dalam pelaksanaan Pilketos. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai demokrasi melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga mengalaminya secara langsung dalam lingkungan sekolah. Usai apel, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Debat Kandidat Pilketos periode 2026–2027. Hasanuddin G. Kuna dan H. Satria Hasan hadir sebagai panelis dalam debat yang diikuti oleh tiga pasangan calon. Debat menjadi ruang bagi setiap pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi, dan gagasan di hadapan seluruh civitas sekolah. Gagasan yang disampaikan mencakup sejumlah isu yang dekat dengan kehidupan siswa, mulai dari kedisiplinan, lingkungan sekolah, religiusitas dan kebersamaan dalam keberagaman, hingga pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Sesi tanya jawab juga membahas sejumlah persoalan yang dihadapi pelajar, seperti perundungan, penyalahgunaan teknologi, serta pengelolaan organisasi di tengah tuntutan akademik. Para kandidat diberi kesempatan untuk menjelaskan gagasan sekaligus merespons persoalan yang diangkat dalam debat. Dalam kesempatan tersebut, KPU Pangkep mengingatkan para siswa agar menjadikan Pilketos sebagai ruang belajar berdemokrasi. Pilihan terhadap calon tidak semata-mata didasarkan pada popularitas, tetapi juga mempertimbangkan visi, program kerja, dan kemampuan calon untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Para kandidat kemudian menyampaikan pernyataan penutup yang kembali menegaskan visi dan misi masing-masing. Mereka juga mengajak seluruh siswa menjaga persatuan dan sportivitas selama proses pemilihan berlangsung. Selain tahapan kampanye dan debat, SMKN 3 Pangkep menyiapkan inovasi untuk mendorong partisipasi siswa pada hari pemungutan suara melalui "Sayembara Selfie". Siswa diajak mendokumentasikan momen partisipasinya di tempat pemungutan suara melalui swafoto kreatif. Pemungutan suara Pilketos SMKN 3 Pangkep dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026. KPU Pangkep turut memberikan pendampingan teknis sebagai bagian dari edukasi demokrasi bagi pemilih pemula.

KPU Kenalkan Praktik Demokrasi lewat Sosialisasi Pilketos di SMK Negeri 2 Pangkep

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - SMK Negeri 2 Pangkep mulai mematangkan persiapan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) yang akan digelar secara serentak di wilayah Sulawesi Selatan berdasarkan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan Pilketos serentak ini disebut menjadi yang pertama kali digelar secara serentak di Indonesia. Sebagai bagian dari persiapan, SMK Negeri 2 Pangkep menggelar Sosialisasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS pada Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk memahami proses pemilihan sekaligus nilai-nilai demokrasi yang akan diterapkan dalam pelaksanaan Pilketos. KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) turut hadir dalam kegiatan tersebut. Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Pangkep, Hasanuddin G. Kuna, memberikan edukasi kepemiluan kepada para siswa. Dalam kesempatan itu, KPU Pangkep juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan dan dukungan teknis dalam pelaksanaan Pilketos serentak di SMK Negeri 2 Pangkep. Kehadiran KPU Pangkep menjadi bagian dari upaya mengenalkan praktik demokrasi secara langsung kepada siswa. Materi yang disampaikan mencakup sejumlah hal mendasar dalam pemilihan, termasuk hak pilih seluruh siswa, termasuk mereka yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL). Siswa juga diajak memahami pentingnya menentukan pilihan secara berintegritas serta melihat Pilketos sebagai ruang belajar kepemimpinan. Salah satu konsep yang diperkenalkan ialah pasangan calon yang terdiri atas siswa kelas XI dan kelas X sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan sekolah. Seluruh tahapan Pilketos nantinya akan dilaksanakan dengan berpedoman pada asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (LUBER JURDIL). Penerapan asas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari teknis pemilihan, tetapi juga menjadi pengalaman demokrasi yang dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa. Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Bawaslu Pangkep. Kehadiran kedua lembaga penyelenggara pemilu tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal nilai-nilai demokrasi dan penyelenggaraan pemilihan dari perspektif yang lebih dekat dengan pengalaman mereka di sekolah.

Jelang Pilketos, KPU Pangkep Edukasi Pemilih Pemula Lewat Upacara di Dua Sekolah

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyampaikan pendidikan pemilih pemula dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian siswa. Senin (21/9/2026), dua komisioner KPU Pangkep masing-masing bertindak sebagai inspektur upacara di SMA Negeri 11 Pangkep dan SMK Negeri 2 Pangkep. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan KPU Pangkep terhadap pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK sederajat di Sulawesi Selatan. Selain menjadi ajang memilih pemimpin di lingkungan sekolah, Pilketos menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan proses demokrasi sejak dini. Di SMA Negeri 11 Pangkep, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua KPU Pangkep Saiful Mujib yang bertindak sebagai inspektur upacara mengajak siswa untuk aktif terlibat dalam setiap proses Pilketos. Di hadapan ratusan siswa, Saiful menjelaskan bahwa Pilketos memiliki sejumlah unsur yang menyerupai proses pemilu. Siswa dapat belajar tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai calon, panitia, maupun pengawas. “Pilketos adalah miniatur pemilu. Dari sekolah, kita mulai belajar proses demokrasi,” ujar Saiful. Ia menjelaskan, jika dalam pemilu terdapat KPU sebagai penyelenggara, dalam Pilketos terdapat Panitia Pemilihan Umum (PPU). Selain itu, terdapat Panitia Pengawas Pemilihan (PPP) serta Dewan Kehormatan yang disebut PKP. Menurut Saiful, pengalaman mengikuti proses demokrasi di sekolah dapat menjadi bekal bagi siswa ketika kelak terlibat dalam pemilu dan pemilihan, baik sebagai pemilih, peserta, maupun penyelenggara. “Kita berharap pemilu dan pemilihan ke depan betul-betul dapat menjadi sarana untuk perbaikan di daerah kita, Pangkep pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” katanya. Pesan serupa disampaikan Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Pangkep Hasanuddin G. Kuna saat bertindak sebagai inspektur upacara di SMK Negeri 2 Pangkep. Hasanuddin mengajak siswa menjadikan Pilketos sebagai ruang untuk belajar menentukan pilihan secara bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya mengenali calon pemimpin berdasarkan integritas dan karakter, bukan sekadar popularitas. Dalam amanatnya, Hasanuddin juga mengingatkan siswa tentang empat nilai kepemimpinan, yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam menentukan pilihan pada Pilketos sekaligus menjadi bekal dalam memahami karakter seorang pemimpin. “Pemilihan pemimpin tidak cukup hanya melihat siapa yang paling populer. Integritas dan karakter juga penting untuk menjadi pertimbangan,” pesannya. Pelaksanaan Pilketos serentak ini dikoordinasikan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan bersama KPU Provinsi Sulawesi Selatan dan melibatkan lebih dari 500 sekolah di 24 kabupaten/kota. Di dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya mengikuti pemungutan suara, tetapi juga terlibat dalam sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi calon, pembentukan panitia, penyampaian visi dan program, hingga pengawasan proses pemilihan. Rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjalankan proses demokrasi. Di SMK Negeri 2 Pangkep, para kandidat Ketua OSIS dijadwalkan mengikuti debat pada 24 September 2026. Selanjutnya, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 30 September 2026. Untuk menambah daya tarik partisipasi siswa, sekolah juga menyiapkan Lomba Selfie di TPS. Melalui kegiatan pendidikan pemilih tersebut, KPU Pangkep mendorong siswa untuk tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami alasan di balik pilihan mereka, menghargai pilihan orang lain, serta mengenali pentingnya integritas dalam memilih pemimpin. Pengalaman berdemokrasi di sekolah diharapkan menjadi bekal bagi para pemilih pemula untuk memahami proses pemilu dan pemilihan yang sesungguhnya ketika mereka kelak menggunakan hak pilih dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bahas Pilketos Serentak di MKKS, KPU Pangkep Tekankan Asas LUBER JURDIL

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akan digelar serentak pada Rabu, 30 September 2026, untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. KPU Pangkep menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan pemilihan tersebut, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip pemilu di lingkungan sekolah. Kesiapan tersebut disampaikan Koordinator Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Pangkep, Hasanuddin G. Kuna, saat menjadi narasumber dalam rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Kabupaten Pangkep di SMA Negeri 2 Pangkep, Kamis (17/9/2026). Ia didampingi Kepala Subbagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Pangkep, Muhammad Afif Ruslin. Dalam forum tersebut, KPU Pangkep menyampaikan bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada sekolah, antara lain pendampingan teknis pelaksanaan Pilketos serta ruang koordinasi dan konsultasi terkait penerapan tahapan pemilihan. Hasanuddin menekankan bahwa keterbatasan ruang lingkup Pilketos tidak mengurangi pentingnya prinsip-prinsip dasar dalam penyelenggaraan pemilihan. Asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL) tetap dapat dijadikan pedoman agar proses pemilihan berlangsung secara tertib dan demokratis. “Ruang lingkup demokrasi pemilihan ketua OSIS memang terbatas di lingkungan sekolah, namun asas ini tetap harus menjadi pedoman,” ujar Hasanuddin. Menurutnya, Pilketos juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu pengalaman awal siswa dalam mengenal proses demokrasi dan menggunakan hak pilih. Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari pendidikan politik bagi siswa yang nantinya memasuki kelompok pemilih pemula. Karena itu, pelaksanaan Pilketos tidak hanya berorientasi pada terpilihnya ketua OSIS, tetapi juga pada proses yang memberi pengalaman kepada siswa untuk memahami prinsip pemilihan yang langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil. KPU Pangkep siap membuka ruang koordinasi dengan sekolah-sekolah yang membutuhkan pendampingan, sehingga pelaksanaan Pilketos serentak pada 30 September mendatang dapat berjalan sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan dan tetap mengedepankan kaidah pemilihan yang demokratis.

KPU Pangkep Dorong Praktik Demokrasi Lewat Persiapan Pilketos di SMA Negeri 11

Pangkajene, kab-pangkep.kpu.go.id - KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendorong pendidikan demokrasi tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga hadir melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Hal tersebut dilakukan melalui pendampingan persiapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) di SMA Negeri 11 Pangkep. Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Pangkep, Hasanuddin G. Kuna, menghadiri pertemuan bersama guru dan siswa SMA Negeri 11 Pangkep pada Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Bawaslu Pangkep dan membahas persiapan pembentukan perangkat penyelenggaraan Pilketos yang akan melibatkan siswa secara langsung. Dalam pembahasan, terdapat tiga unsur yang akan dibentuk untuk menjalankan Pilketos, yaitu Panitia Pemilihan Umum (PPU), Panitia Pengawas Pemilihan (PPP), dan Panitia Kehormatan Pemilihan (PKP). Ketiga unsur tersebut dirancang dengan mengadaptasi struktur kelembagaan dalam penyelenggaraan pemilu. PPU akan menjalankan fungsi penyelenggaraan pemilihan, PPP menjalankan fungsi pengawasan, sedangkan PKP berperan dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan etika dan kode etik pemilihan. Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal proses demokrasi dari sisi yang lebih praktis. Mereka tidak hanya belajar mengenai pemilihan dan penggunaan hak suara, tetapi juga memahami bahwa proses demokrasi membutuhkan penyelenggara yang bekerja sesuai aturan, pengawas yang menjalankan fungsi kontrol, serta mekanisme etik untuk menjaga pelaksanaan pemilihan tetap berintegritas. Hasanuddin menyampaikan bahwa Pilketos dapat menjadi ruang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai demokrasi dapat dipelajari sekaligus dipraktikkan dalam lingkungan yang mereka kenal. Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat membentuk pengalaman awal bagi siswa dalam memahami proses pemilihan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari bekal mereka untuk mengenali hak dan kewajiban sebagai pemilih ketika nantinya terlibat dalam pemilu di tengah masyarakat. KPU Pangkep akan terus mendorong pendidikan pemilih yang dapat diterima dan dipraktikkan sesuai dengan lingkungan peserta didik. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan demokrasi sejak dini, termasuk melalui pengalaman memilih, mengawasi, dan menjalankan aturan dalam sebuah proses pemilihan.

🔊 Putar Suara